Judul: Reuni
Penulis: NIE
Penerbit: AT
Press
Cetakan: Pertama,
November 2018
Jumlah Halaman:
168 Halaman
ISBN: 978-602-0745-06-0
Blurb:
Acara Reuni yang seharusnya menjadi
ajang nostalgia kebahagiaan di masa lalu malah menjadi momok yang menakutkan
bagi kelima orang sahabat ini. Aria, Deni, Sarah, Rehan, dan Dania tidak tahu
jika ternyata ritual yang mereka adakan malah membuat hidup mereka terganggu
oleh makhluk-makhluk halus itu.
Bukan hanya gangguan dari makhluk
tersebut, satu per satu dari mereka mati secara tidak wajar dan mengenaskan. Adakah
cara menghentikannya?
~◇~
Berawal dari
reuni SD yang membawa tokoh-tokoh dalam novel ini melakukan suatu ritual dengan
nyanyian permainan khas Sunda. Mengingatkanku dengan masa kecil di mana lagu
tersebut sering saya nyanyikan bersama kawan-kawan bermain.
Latar tempat
yang dipakai terasa nyata dan begitu familier bagiku yang juga tinggal di kota
tersebut. Aku juga langsung bisa membayangkannya.
Saya belum
merasakan ketegangan atau ngeri di baba-bab awal, tetapi ketika sampai di
pertengahan cerita dan seterusnya saat konflik mulai memuncak bisa merasakan
hal yang membuat jantung berdegup lebih cepat. Hingga membuat bertanya-tanya
tentang beberapa hal, yang kemudian terjawab di bagian ending.
Untuk gaya penceritaan mudah dipahami dan cukup nyaman diikuti. Hanya saja ada beberapa saltik dan salah penulisan nama.
Ada beberapa amanat yang bisa diambil dari cerita ini:
Jangan mengganggu siapa pun, jika tak mau diganggu.
2. Jangan menutupi risiko bahaya sekecil
apa pun dari suatu hal, karena boleh jadi dampaknya malah jauh lebih berbahaya.

