![]() |
Penulis: Andrea Hirata
Tahun Terbit: Cetakan kelima belas, Mei 2018
Jumlah Halaman: xviii+310 Halaman
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN: 978-602-8811-30-9
Siapa yang tak kenal dengan penulis fenomenal di Tanah Air kita ini, dialah Andrea Hirata. Yang berhasil mengangkat kisah-kisah perjuangan anak dari penjuru negeri.
Novel ini menceritakan tentang kisah seorang anak bernama Enong yang ditinggalkan ayahnya semenjak usia 14 tahun. Gadis itu mesti menggantikan ayahnya sebagai tulang punggung keluarga sebab merasa bertanggung jawab sebagai anak tertua di keluarga. Sebenarnya di novel ini lebih banyak menceritakan tentang kisah Ikal yang berjuang tanpa patah arang demi cintanya terhadap gadis Tionghoa benama Aling.
Ketika di awal cerita saya masih mengernyitkan alis sebab di awal sudah disuguhkan dengan pergantian 2 Point of View yang berbeda. Namun, setelah meneruskan ke halaman selanjutnya saya bisa memahami arah cerita akan dibawa ke mana dan mengarah ke tokoh yang mana terlihat jelas perbedaanna. Dan sungguh penggunaan PoV 3 dan PoV 1 yang begitu apik dan rapi.
Seiring jalannya cerita penulis berhasil membuat saya terenyuh dengan kegigihan dan ketegaran seorang gadis berusia 14 tahun yang rela bekerja kasar demi adik-adik dan ibunya. Lantas beberapa kali dibuat tertawa dengan tingkah Ikal yang jenaka, konyol, dan pemikiran-pemikiran absurdnya.
Segi konflik saya merasakan ada konflik batin yang dialami para tokoh, Enong dengan masalah ekonomi keluarga dan cita-citanya. Lalu Ikal dengan problema cinta dan solusi konyolnya.
Penulis membuat saya menikmati membaca seiring jalan cerita yang menggunakan gaya penceritraan yang mudah dipahami dan jenaka, serta kaya akan majas. Penulis juga menyelipkan banyak penggalan-penggalan cerita dengan kalimat satire yang sarat akan kritikan secara aggun. Kenapa saya menyebutnya anggun? Sebab tidak sedikit pun ada ditemukan kalimat yang blak-blakan mengkritisi di sana.
Hingga di akhir cerita penulis membuat saya masih sesekali tertawa, sekaligus merasa kesal dengan tingkah ikal. Namun, meski pun Ikal itu konyol dan absud, tapi ada beberapa pelajaran yang bisa diambil:
Ikal: Gigih, pantang menyerah, tekad kuat, dan setia.
Enong: Bela keluarga, bertanggung jawab, pantang menyerah, gigih.
Namun, ada kekurangan dari novel ini, menurut saya covernya kurang menarik. Endingnya juga gantung, mungkin karena ini novel dwilogi kali ya.
Quotes yang saya sukai:
"Berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan." -- Hal 239
"Tuhan telah menciptakan manusia dengan hati dan pikiran yang boleh punya jalan masing-masing, penghormatan seharusnya tidak memerlukan pemgertian." -- Hal 281.
Buat kalian nih yang nyari bacaan ringan sarat nilai moral dan cukup jenaka. Novel ini rekomended banget loh!
#reviewnovel #novelpadangbulan #reviewkarangbala #novel #andreahirata

No comments:
Post a Comment