Saturday, 29 February 2020

REVIEW NOVEL MERAH JINGGA LANGIT AMSTERDAM—SANDRA. D



Judul Buku: Merah Jingga Langit Amsterdam
Penulis: Sandra. D
Tebal Buku:  304 Halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Jakarta, Juni 2014
ISBN: 978-602-03-0531-8
EISBN: 978-602-06-0061-1

Sinopsis:
Semula Kania menduga bos barunya pria separuh baya, ubanan, dan berperut buncit. Tapi saat pertama kali bertemu, Kania terperangah mendapati pria dengan wajah Indo yang memikat, hidung mancung, sorot mata tajam dinaungi alis yang kelam.

“Adrian Hanson,” katanya sambil menjabat tangan Kania.

Kania berusaha keras mengabaikan pesona pria itu. Apa kata orang jika sang asisten berani-berani menyukai sang presiden direktur? Lagi pula, laki-laki kan selalu bikin sakit hati! Hingga kecelakaan yang menimpa Adrian Hanson memaksa Kania terlibat sandiwara yang dirancang pria itu dan merobohkan sekat formalitas di antara mereka.

Ketika mendapat kesempatan menghadiri konferensi di Paris sekaligus menemui Adrian untuk mengurus dokumen perusahaan, Kania terbelit dilema: mengizinkan Adrian mengetahui perasaannya atau membiarkan langit merah jingga di atas kota Amsterdam menelan rahasia cinta yang ia simpan rapat-rapat.

Melihat sampulnya cukup menarik, menggambarkan latar yang diambil, dengan warna yang cantik. Lalu membaca sinopsisnya juga sudah menggambarkan isi meski tidak terlalu membuat penasaran.

Di awal membaca novel ini saya ingin meneruskan membaca karena kisah Kania Valerina yang hampir mirip dengan perjalanan hidup saya yang telah berlalu. Khususnya dalam mencari pekerjaan, saya seakan berada di posisi tokoh.

Novel ini menceritakan tentang Kania Valerina yang baru diterima di suatu perusahaan konsultan bernama Hanson Brother yang dipimpin oleh presiden direktur muda bernama Adrian Hanson. Sorang bos muda yang dingin dan kaku. Namun, suatu keadaan malah mendekatkan mereka berdua, perlahan sikap beku Adrian pun mencair, dan Kania mulai terbiasa. Bahkan sebenarnya percikan api asmara mulai terpantik di hati keduanya, tapi tetap saling menepis perasaan yang sebenarnya mulai mereka sadari.

Ketika membaca cerita ini, saya dibuat tersenyum-senyum sendiri dengan sikap Adrian, memang ada gombalan-gombalan tapi tidak terlalu receh dan menurut saya pas dengan porsi seorang pria dewasa.

 Ide cerita yang diangkat penulis sebenarnya sudah biasa, tapi cara mengemas cerita, alur, serta plotnya itu begitu menarik. Dan 1 hal lagi yang saya sukai dari novel ini yaitu penggambaran ketika melaksanakan pekerjaan itu cukup detail, memberikan saya beberapa pengetahuan baru seputar dunia pembisnisan konsultan.

Apakah semua wanita merasakan hal yang sama dengan Kania jika jatuh hati? Bimbang antara terang-terangan menunjukkan atau selamanya memendam karena beberapa keadaan. Terlebih orang yang dicintai jauh berbeda derajatnya dengan si Wanita. Hayo para kaum Hawa gimana jawabannya?

Sebenarnya masih panjang yang mau saya jelaskan tentang novel ini, tapi nanti malah spoiler ya. Pokoknya baca aja! Novel ini saya rekomendasiin banget buat para remaja maupun wanita dewasa yang suka dengan kisah-kisah yang memendam perasaan seperti itu. Dan temukan jawabannya seiring berjalannya cerita di novel ini, mungkin bisa memberikan jawaban atas kedilemaan kalian juga. 😁



#NgereadKuy
#KMC8
#BacaBuku
#reviewnovelmerahjinggalangitamsterdam
#reviewnovel
#reviewalaalakarangbala

Thursday, 27 February 2020

Hot Daddy! Inilah Gaya Liburan Ala Hrithik Roshan, Para Ayah Wajib Tahu!

(Sumber gambar: Pinterest.com)

Mau liburan bersama keluarga di tengah kesibukan yang begitu padat? Gaya liburan ala Hrithik Roshan ini patut dicoba!

Hrithik Roshan merupakan Aktor Bollywood ternama yang juga seorang single parent. Dia memiliki dua anak laki-laki dari pernikahannya bersama Sussane Khan. Meski pun sibuk menjadi aktor, Hrithik Roshan selalu menyediakan waktu khusus untuk berlibur bersama kedua jagoannya; Hridhaan dan Hrehaan. Sikap ayah dari dua anak ini patut diacungi jempol, karena tak pernah sekali pun ia tampak berlibur seorang diri, ia selalu mengajak serta kedua anaknya. Tak perlu menunggu waktu libur panjang, bukankah menyenangkan bisa menghabiskan waktu di akhir pekan atau akhir bulan bersama keluarga? Yuk intip gaya liburan ala aktor tampan sekaligus duda beranak dua di bawah ini!

1. Pergi Menonton Film Bersama Anak di Akhir Pekan
Ketika orang tua kebanyakan memilih mengajak anak-anak mereka untuk berlibur ke luar kota atau luar negeri, gaya liburan yang berbeda justru dilakukan Hrithik Roshan. Ia memilih mengajak kedua putranya, Hridhaan dan Hrehaan pergi menonton film bersama. Hrithik juga mengajak anak-anaknya menaiki angkutan umum, atau disebut juga Auto yang jika di Indonesia kendaraan tersebut mirip bajaj. Namun, bedanya auto menggunakan tarif dan memiliki argo seperti taxi. Tampaknya ia ingin mengajarkan kesederhanaan kepada kedua putranya.

2. Mengajak ke Kebun Binatang
Siapa yang menduga ternyata aktor terkenal sekelas Hrithik Roshan mengajak liburaan anaknya ke kebun binatang? Tapi ini bukan pilihan buruk, selain berlibur menikmati waktu kebersamaan dengan kedua anaknya, ayah dari dua anak itu berpikir dengan berlibur ke kebun binatang bisa menambah pengetahuan anak-anaknya mengenai binatang. Gaya liburan sambil menggali ilmu ini patut dicoba juga nih, para Hot Daddy!

3. Liburan di Alam Terbuka
(Sumber Foto: Pinterest.com)

Bosan dengan kegiatan dan kesibukan yang monoton setiap hari, pergi ke alam bebas seperti gaya liburan Hrithik Roshan yang satu ini juga bisa jadi pilihan keren nih, sobat. Dengan berbaur dengan alam seraya menikmati masa-masa liburan bersama kedua anaknya. Selain indah, pesona alam pun membuat pikiran kita menjadi lebih fresh.

4. Berjalan-Jalan Santai dan berolahraga di Taman Sambil Menikmati Sepotong Roti
(Sumber Foto: Pinterest.com)
Ternyata dengan berjalan-jalan santai sambil berolahraga di Taman bersama buah hati pun bisa jadi pilihan untuk menghabiskan waktu akhir pekan nih. Selain itu, gaya liburan seperti ini pun membuat badan menjadi sehat dan ramah di kantong, ya. Memang aktor tampan Bollywood ini benar-benar pintar memilih cara berlibur yang sederhana tapi terasa istimewa dengan cara uniknya.

5. Mengajak Anak-anaknya Berwisata Kuliner
(Sumber gambar: Pinterest.com)

Siapa sih yang tidak menyukai wisata kuliner? Hampir semua kalangan menyukainya, tak terkecuali anak-anak. Gaya liburan yang satu ini sering kali jadi pilihan menarik sekaligus mengenyangkan bagi perut. Tapi tetap hati-hati ya memilih makanan yang akan disantap, sesuaikan juga dengan porsi dan cita rasa anak-anak. Jangan sampai malah menimbulkan penyakit bagi pencernaan buah hati.

Menjadi single parent merupakan tantangan tersendiri bagi Hrithik Roshan, untuk mengasuh dua buah hati sembari tetap profesional menjalankan rutinitas pekerjaannya sebagai aktor. Namun, kesibukan tak menjadikan halangan untuk mengajak kedua anaknya berlibur menikmati masa-masa bersama dengan gaya liburan yang terbilang sederhana, tapi aktor tampan itu selalu mempunyai cara tersendiri untuk membuat putra-putranya tersenyum bahagia. Nah, sobat Hot Daddy, dari pada terus mengeluh dengan kesibukan pekerjaan. Mari segera manfaatkan waktu luang di akhir pekan untuk berlibur bersama keluarga!

#Tugas3Artikel
#KomunitasMenulisCerdas
#KMC
#Lifestyle
#GayaLiburan
#HotDaddyInilahGayaLiburanAlaHrithik RoshanParaAyahWajibTahu

Saturday, 22 February 2020

Review Novel Rome In Love-- Anita Hughes

Judul Buku: Rome In Love (Romansa di Roma)
Penulis: Anita Hughes
Tebal Buku: 368 Halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Jakarta, 2017
ISBN: 978-602-03-7524-3
EISBN: 978-602-06-1580-6

 Sinopsis :
Karier Amelia Tate tengah menanjak, dan kini ia mendapat peran utama dalam pembuatan ulang film Roman Holiday. Itu berarti dua bulan di Roma walaupun harus berjauhan sementara dengan Whit, kekasihnya. Karier: cek. Kerja sambil bersenang-senang: cek. Kekasih tampan: cek. Hidupnya sempurna.

Namun dunianya seolah runtuh ketika mendadak Whit mengakhiri hubungan mereka karena Amelia lebih memilih karier daripada pria itu.

Di tengah kesedihannya, ia menemukan setumpuk surat tak terkirim milik Audrey Hepburn di laci kamar hotel tempatnya menginap yang ditulis ketika sang aktris menjalani syuting Roman Holiday pada tahun 1952. Bersama kisah Audrey, Amelia merenungkan kembali berbagai pilihan hidupnya.
Persahabatan yang dijalinnya, karier yang diimpikannya, dan cinta yang diidamkannya. Saat ia harus memilih untuk yang kedua kali, ia tahu apa yang harus dilakukannya.

Ketika pertama kali melihat sampulnya membuatku begitu tertarik. Cantik! Dan membaca sinopsisnya sudah tergambarkan isi ceritanya, memang. Dan menurutku ini lumayan spoiler ya sinopsisnya. Tapi kenapa aku memutuskan nerusin baca?
Sebab, di awal penulis mengenalkan setting tempat dengan cukup detail. Ditambah kulinernya yang membuatku langsung search di google dong gimana penampakan makanan tersebut. Karena penasaran.

Meski pun tidak terlalu menghanyutkan, tapi di bab-bab awal penulis membawaku mengalir bersama perjalan di balik layar seorang aktris bernama Amelia Tate yang sedang mengarap film yang dibintanginya dan berlatar di negara Roma. Bagaimana kehidupan Amelia, kisah percintaannya, dan suka duka sebagai seorang aktris.


Seiring alur cerita, cukup santai. Tapi sayangnya saya kurang menyukai dengan penyebutan kain beledu yang digunakan bahkan di beberapa tempat berbeda. Entah karena penulis suka dengan kain tersebut atau ciri khas dari seorang tokoh, meski pun begitu tidak perlu selalu disebutkan dalam narasi 'kan? Dan 1 lagi memang penjelasan detail penmpilan tokoh itu perlu diceritakan, tapi jika terlalu sering hampir setiap bab dideskripsikan dengan kalimat yang hampir mirip itu cukup membuat bosan.


Konflik batin yang dialami Amelia Tate mungkin dialami beberapa wanita yang dihadapkan pada 1 pilihan antara karir dan pernikahan. Jika menikah dia kehilangan dunianya, dan jika pun memiliki keduanya menjadi terbatas. Namun, kembali pada prinsip masing-masing. Cerita dalam novel ini hanya gambaran sekelumit kisah seorang aktris, dan tidak bisa dijadikan patokan.

Mengenai amanat dari novel ini ada beberapa point yang saya ambil, tentang penentuan keputusan yang jangan tergesa-gesa.

Well ceritanya cukup menarik buat dibaca, untuk yang suka cerita chicklit dengan setting luar negeri tampaknya novel ini cocok. Dengan sarat usia, ya. Ingat ini 21+ loh. 😁


#NgereadKuy
#KMC8
#BacaBuku




Wednesday, 19 February 2020

CERPEN TERATAI

Teratai
Oleh: Karang Bala


Tak ada harapan, itulah persepsi yang kini menguasai seluruh  pikiran sesosok perempuan berparas ayu dibalut dress selutut yang ketat berwarna Jingga, dialah Clarissa.

Sudah cukup lama Clarissa duduk selonjoran dan bersandar di batang pohon beringin yang rindang. Berulang kali ia melempar kerikil kecil ke danau yang menghijau di hadapannya. Hamparan bunga teratai tampak elok dipandang, riak air membuat mereka menari perlahan.
Terik mentari kian meredup, serupa sorot mata Clarissa. Burung-burung mulai bernyanyi riang begitu terdengar indah, tapi terkalahkan oleh riuh suara-suara penghakiman dari seseorang yang tak Ia duga akan berucap seperti itu ketika Clarissa mengutarakan keinginannya.

“Apa? Lo mau berhenti dari tempat ini? Dan mau kerja sambil kuliah? Ngaca, Say! Zaman sekarang nyari kerjaan itu susah! Dan Lo yakin tentang pekerjaan kita yang sekarang ini gak bakal jadi hambatan? Nih ya orang yang hidupnya baik-baik aja susah nyari kerjaan, apalagi macam kita-kita! Udahlah, orang-orang seperti kita ini tak pantas bermimpi melangit seperti itu, inget tempat berpijak. Jalani saja! Kita  udah terlanjur berada dalam lingkungan yang kotor, Clarissa!” Delia, sahabat Clarissa memutar bola mata seraya berlalu begitu saja.

Tadinya Clarissa berpikir akan menuai dukungan dari sahabatnya itu, tapi apa? Lagi-lagi dia peroleh penghakiman, cemoohan, dan direndahkan.

“Apakah salah seorang wanita sepertiku ingin menjadi manusia yang memiliki cita-cita selayaknya mereka yang berada di luar sana? Bukan di lingkungan keparat itu!” Clarissa membuang napas kasar.

Sejujurnya, Clarissa sudah lama merasa terpenjara di tempat itu. Bukan maunya berada di sana. Dulu, Clarissa hidup dalam keluarga yang berkecukupan. Namun, tepat ketika Ia menginjak semester ketiga di kampus,  harus menelan kenyataan pahit. Ayahnya ketahuan selingkuh dengan sekretaris di kantor, sikap konsumtif sang Ibu semakin menjadi-jadi. Entah sebagai bentuk pembalasan atau apa, bahkan sampai sering jalan bersama berondong yang hanya memoroti uang saja. Belum lagi kebiasaan judi sang Ayah membuat mereka terlilit hutang kepada rentenir.

Clarissa merasa begitu terpukul, benar-benar merasa hancur saat itu. Apalagi ketika tahu kenyataan bahwa dirinya dijadikan alat tukar sebagai pembayaran utang-utang ayahnya. Demi apa pun Ia sangat membenci ayahnya yang terkutuk itu. Ia berontak dan ingin pergi sejauh mungkin, tapi tubuh indahnya yang lemah kalah kuat dari para pengawal yang berbadan kekar. Akhirnya rentenir yang merangkap sebagai germo kelas atas itu berhasil membawa Clarissa. Ia sempat berkali-kali berusaha kabur dari tempat itu, tapi usahanya pun gagal.

Hingga suatu malam, dalam keadaan tidak sadarkan diri mahkota berharga Clarissa berhasil direnggut seorang yang membawanya ke tempat ini. Ia kehilangan arah, putus asa, dan banyak ketakutan menghantuinya. Apalagi dengan paradigma masyarakat yang menyaratkan keperawanan sebagai ukuran kehormatan seorang wanita. Semakin membuatnya ingin mengakhiri hidup saja. Namun, berkat bujukan-bujukan dan kalimat-kalimat Delia yang terdengar seperti nasihat Ia urungkan niat itu. Dan memutuskan menerima semua sebagai jalan hidupnya yang ternyata masih disesali hingga kini.

“Apakah di mata Tuhan wanita sepertiku ini sebegitu hinanya? Hingga tak pantas memiliki mimpi? Apa kami hanya pantas merias diri, dihidangkan bagai makanan di meja-meja bar, lalu dinikmati di atas ranjang sebagai pemuas nafsu para lelaki berengsek itu?” ucapnya lagi seraya berteriak. Sayup-sayup terdengar langkah kaki seseorang, gemeresik daun yang terinjak bersahutan.

“Gue juga brengsek, ya?” ucap seorang lelaki berjas Abu-abu sembari turut duduk di samping Clarissa.

“Elo?” Clarissa membulatkan matanya. Dia masih ingat dengan pria yang semalam menatapnya dengan cara berbeda. Tidak seperti para pria hidung belang yang pernah dipuaskannya.

“Ya, Gue. Oya semalem belum sempet kenalan, Gue Raka.” Raka mengulurkan tangan.

Clarissa merasa tak perlu menyambut dan menimpali perkenalan tersebut, pria di sampingnya ini sudah mengetahuinya. Bahkan semalam masih terngiang jelas di telinga wanita ber-dress jingga itu bagaimana Raka berulang kali memanggil namanya seiring deru napas ketika mencapai klimaks.

“By the way, tentang keluhan Lo yang gue curi denger. Itu persepsi yang salah besar.”
Clarissa refleks menoleh, tatapannya menyiratkan keheranan.

Apa Raka sudah lama menguping?
“Elo ngebuntutin, gue?” todong Clarissa.

“Eh- enggak. Itu gak penting!” Raka membuang muka

Ya, kenyataannya memang demikian. Ketika di perjalanan menuju kantor tanpa sengaja matanya menangkap siluet wanita yang wajah dan bayangan tubuhnya masih menghantui pikiran dari kaca spion mobil. Raka kemudian mengekorinya dan ketika sampai di tempat ini, Ia memperhatikan dari mobil. Dan ketika Raka hendak kembali melajukan kendaraan roda empat itu, sekretarisnya menelepon memberitahukan bahwa meeting ditunda 2 jam ke depan. Hingga Ia memutuskan untuk menyambangi Clarissa.

Hening. Mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hanya terdengar desau angin dan bunyi cemplungan kerikil yang dilemparkan oleh Clarissa.

 “Maaf, gue lancang dengerin keluhan Lo dari awal!”

Clarissa hanya menoleh sekilas.

“Dan tentang itu, perkataan Lo bener. Emang gue juga lelaki brengsek. Tapi gue gak setuju tentang diri Lo sebagai manusia paling terhina dan gak pantes punya mimpi. Semua manusia itu berhak buat ngerajut mimpi dan berjuang ngewujudinnya. Solusinya ada sama pilihan dan tekad Lo sendiri.”

Clarissa menatap bola mata Raka. Ia memastikan persepsinya terkait tatapan pria berjas abu-abu itu, dan benar sorot mata itu tetap sama seperti semalam. Untuk pertama kalinya ada seorang pria yang memandangnya bukan hanya sebatas pemuas nafsu.

“Dan Lo benci tempat Lo berada sekarang, bukan?”

Clarissa mengangguk.

“Coba liat bunga teratai itu!” Telunjuk Raka mengarah ke danau.

“Meski pun bunga itu berada di air yang ijo, kotor, dan aromanya pun bau kalo dihirup, tapi mereka tetep tumbuh mekar dan indah. Begitu pun kita sebagai manusia. Seburuk apa pun lingkungan tempat kita tinggal jadilah tetap indah, dan jangan ikut-ikutan jahat.”

Clarissa tertunduk berusaha memahami perkataan Raka.

“Bunga teratai itu unik. Makin keruh dan kotor air tempat dia berada malah tambah bagus kualitas bunganya. Begitu juga sebagai manusia, semakin banyak orang yang ngerendahin kita justru itu harus jadi motivasi buat kita meningkatkan kualitas hidup. Terus berusaha lebih gigih biar bisa lebih maju dan lebih baik.” Raka tersenyum menatap Clarissa, meyakinkan.

Clarissa menatap Raka dengan pandangan penuh rasa syukur.

“Makasih banyak, Ra-Ka!” lirihnya sedikit tercekat.

~Selesai~
Delhi Van Java, 19 Januari 2020



#cerpen #romance #cinta #asmara #teratai #karangbala #ceritapendek


Tuesday, 18 February 2020

Penting! Tips Mencegah Asam Lambung Naik. No 4 Sering Diabaikan


Sumber gambar: www.doripost.com

Lebih baik mencegah dari pada mengobati, bukan? Yuk terapkan beberapa tips mencegah asam lambung meningkat.

Lambung merupakan salah satu organ vital dalam sistem pencernaan manusia. Dalam lambung terdapat asam lambung yang dalam keadaan normal berguna sebagai cairan pemusnah bakteri yang dibawa oleh makanan yang kita telan, berguna untuk menstabilkan kadar gula, dan membantu merangsang produksi enzim untuk pencernaan protein. Namun, jika berlebihan malah menimbulkan penyakit bagi tubuh.

Tips Mencegah Asam Lambung Naik

1. Terapkan Pola Makan Teratur
Terkadang kesibukan memang membuat kita tenggelam dalam waktu yang panjang di setiap harinya. Dan sering kali kita melupakan asupan makanan untuk tubuh. Padahal pola makan itu begitu penting untuk mencegah penyakit mag atau asam lambung naik. Mari terapkan pola makan yang teratur dari sekarang! Jika Anda terbiasa makan dua kali sehari maka makanlah di jam yang sama setiap harinya. Jangan sampai berubah-ubah.

2. Minum Secukupnya Ketika Makan
Meminum air mineral memang baik untuk tubuh, tapi jika ketika makan kita terlalu banyak minum itu tidak baik untuk kesehatan lambung. Malah mengakibatkan asam lambung  mempersulit pencernaan makanan.

3. Mengunyah Makanan Hingga Lumat
Dengan mengunyah makanan dengan benar hingga lumat membantu enzim mencerna makanan dengan lebih gampang dan lebih baik. Maka lambung tidak perlu bekerja ekstra untuk melumatkan makanan tersebut, sehingga asam lambung naik pun bisa dicegah dan kesehatan lambung terjaga.

4. Hindari Makanan dan Minuman yang Memicu Asam Lambung Naik
Hal inilah yang seringkai luput dari perhatian. Dan banyak dilanggar. Kenapa? Sebab makanan dan minuman tersebut kebanyakan memang begitu lezat untuk dinikmati.
Berikut ini  adalah beberapa makanan yang harus dihindari demi kesehatan lambung kita:
Cokelat
Cokelat adalah makanan yang berkafein serta theobromine yang mampu meningkatkan asam lambung, selain itu otot di katup tenggorokan akan terlemahkan.
Parahnya, lemak yang tinggi pada cokelat juga bisa membuat gejala mag kambuh.
Soda
Selain membuat perut kembung, minuman berkarbonasi juga mampu memicu peningkatan asam lambung.
Gorengan
Gorengan memang makanan paling praktis untuk dimakan. Tapi kandungan lemak yang tinggi bisa melemahkan otot pada katup tenggorokan.
Akibatnya asam lambung menjadi mudah naik dan menjalar ke sekitar ulu hati, dada, dan kerongkongan.
Kopi
Nah, minuman yang satu ini yang jadi favorit hampir semua kalangan. Padahal kandungan kafeinnya cukup tinggi. Asam lambung akan begitu mudah dipicu oleh minuman yang satu ini.
Alkohol
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Journal of Zhejiang University Science B, alkohol bisa menjadi penyebab melemahnya otot pada katup kerongkongan. Jika terlalu sering mengonsumsi alkohol, kerongkongan akan lebih sensitif dengan asam lambung karena lapisannya yang perlahan-lahan terkontaminasi.
Makanan Pedas
Makanan pedas memang selalu menggugah selera, tapi jika dikonsumsi berlebihan akan memicu asam lambung naik.

5. Posisikan Kepala Dan Dada Lebih Tinggi Ketika Tidur
Sederhana bukan? Tapi ini sangatlah membantu mencegah kenaikan asam lambung.

6. Hindari Stres
Saat stres yang berlarut-larut Produksi asam lambung akan meningkat misalnya karena disebabkan beban pekerjaan yang berlebih, cemas, terburu-buru, dan takut. Kita bisa menenangkan pikiran sejenak misalnya dengan berlibur.

Kesehatan Lambung sangatlah penting untuk kita jaga, sebab lambung merupakan organ pencernaan yang memiliki peranan yang sangat vital dalam tubuh manusia. Jadi tips-tips di atas bisa mulai diterapkan mulai dari sekarang. Dengan begitu penyakit-penyakit yang disebabkan peningkatan asam lambung bisa diminimalisir dan tercegah.

Saturday, 15 February 2020

Review Novel Bulan- Tere Liye


Judul Buku: Bulan
Penulis: Tere Liye
Tebal Buku: 401 Halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-03-3294-9
EISBN: 978-602-06-2640-6

Blurb:
Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh, dan dia salah satu teman baikku. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.
Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli dan aku yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang kami simpan sendiri sejak kecil. Aku bisa menghilang dan Seli bisa mengeluarkan petir.
Dengan kekuatan itu, kami bertualang menuju tempat-tempat yang menakjubkan.

Membaca blurb cerita ini membuatku menebak-nebak mungkin ini cerita bergenre teenlit dengan sub gendre fantasi. Dan ternyata setelah dibaca malah kebalikannya. Omong-omong Novel Bulan ini buku yang pertama kubaca dari enam serial Bumi, urutan yang keliru memang. Sebelumnya aku kurang tertarik dengan gendre ini maka lebih senang membaca karya-karya Tere Liye dengan gendre yang lain. Tapi apa salahnya mencoba, bukan?

Novel Bulan ini menceritakan petualangan Seli, Raib, Ali, dan Ily dalam Festival Bunga Matahari di Kota Illios—Klan Matahari. Cerita ini begitu seru menurutku. Segala yang diceritakan begitu masuk akal. Penulis membawaku seakan-akan ikut bertualang dalam ceritanya, ketika membaca dari hal 100-san sampai seterusnya aku malah terbayang sedang mengikuti penjelajahan di masa perkemahan dulu, ketika masa sekolah. Ah menyenangkan sekali. Hanya saja dalam cerita tidak sesederhana itu. Ada beberapa komponen lain dan setting tempatnya beragam, dan menurutku masih mirip-mirip dengan tempat di dunia nyata kita di Bumi pertiwi ini.

Cerita ini cukup ringan untuk dibaca, apalagi untuk setara anak SMP-SMA ini bacaan yang pas sekali. Sebenarnya bagi yang seumuran saya memang tidak terlalu cocok. Tapi jika diperlukan untuk suatu kepentingan suatu gambaran ketika hendak menulis gendre serupa atau hiburan ringan semata buku ini kurekomendasiin.

Meski di novel ini gaya bahasa Tere Liye tidak semenghanyutkan biasanya. Aku tetap dibuat nyaman membacanya. Kesan yang saya dapatkan ketika menyelesaikan novel ini, ceritanya mengalir layaknya air. Menyejukkan, menegangkan, dan seru. Ada beberapa amanat yang bisa diambil mengenai kekompakkan, solidaritas, sportivitas, kerendahan hati, tolong menolong, ketulusan, dan kesabaran.

Quotes yang paling aku sukai dari Novel Bulan:
“Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang boleh jadi kita susah payah menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali, cukup dilepaskan maka dia datang sendiri.
Ada banyak masalah di dunia yang boleh jadi kita mati-matian dalam menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika.” ~Tere Liye, Bulan- hal 205.

#NgereadKuy!
#KMC8
#BacaBuku

Saturday, 8 February 2020

Menarik! Bonn Om Touk Sebagai Salah Satu Festival Unik Di Negara Kamboja


Sumber gambar: www.gonomad.com

Ingin berlibur ke luar negeri? Dan merasakan kesan liburan yang menyenangkan juga tidak biasa? Yuk berkunjung ke salah satu negara di Asia Tenggara untuk bisa menyaksikan festival unik di Negara Kamboja.

Negara Kamboja atau yang dijuluki Negeri Kedamaian dan Kemakmuran ini bisa menjadi pilihan menarik untuk berlibur. Selain banyak destinasi wisata, juga ada beberapa festival unik di Negara Kamboja yang diselenggarakan setiap setahun sekali.

Sebenarnya cukup banyak festival unik di Negara Kamboja, diantaranya:
1. November, Festival Air (Bonn Om Touk)
2. Festival Meak Bochea di bulan Februari.
3. Tahun Baru Khmer (Chaul Chnam Thmey) di bulan April.
4. Ulang Tahun King Norodom Sihamoni di bulan Mei tanggal 13-15.
5 . Hari Leluhur (Pchum Ben),  di bulan September.
6. Hari Leluhur (Pchum Ben), di bulan September
7. Hari Kemerdekaan Kamboja, 9 November.

Namun, saya sarankan untuk berkunjung di bulan November, di mana telah tiba waktunya untuk penyelenggaraan salah satu festival unik di Negara Kamboja yaitu festival Air (Bonn Om Touk).
Festival ini merupakan festival terbesar, terkenal, dan begitu meriah di Kamboja. Diselenggarakan setiap bulan November.

Sejarah Festival Air (Bonn Om Touk), Festival Unik di Negara Kamboja

Festival Bonn Om Touk ini menandai akhir dari musim hujan dan awal datangnya musim dingin di negara kamboja. Hujan lebat yang turun mengakibatkan sungai Mekong berbalik arah dan air memenuhi danau Tonle Sap. Keadaan ini dimanfaatkan untuk perlombaan perahu di Festival Bonn Om Touk.

Festival ini juga memiliki sejarahnya dari kisah kerajaan terdahulu di negara Kamboja. Pada tahun 1177 M, ketika armada musuh bergerak ke hulu dan melintasi Danau Tonle Sap untuk memecat kota Angkor. Meskipun mereka memecatnya, raja Kamboja Jayavarman VII mengejar mereka dengan angkatan lautnya sendiri dan mengalahkan mereka sesudahnya. Anda dapat melihat penggambaran pertempuran di Angkor hingga hari ini. Juga, tradisi tersebut berasal dari latihan pelatihan tahunan angkatan laut Kamboja di Danau Tonle Sap.

Rangkaian acara Festival Unik di Negara Kamboja, Air (Bonn Om Touk)

Selama tiga hari berturut-turut, perayaan berlanjut, dengan orang-orang dari seluruh Kamboja memadati Phnom Penh untuk mengambil bagian dalam perayaan itu. Selama siang dan gelap, "pesta" berlangsung. Kegiatannya meliputi konser musik, tarian tradisional, dan pesta makanan asli. Acara perlombaan ini sering mencakup sebanyak 400 perahu balap, masing-masing dihiasi dengan warna-warna cerah dan didayung oleh sekitar 40 orang, yang biasanya adalah biksu. Ada hadiah untuk para pemenang, dan penari dan penabuh di atas pesawat menjaga para pendayung dalam irama yang baik.
Di sana juga digelar bajar makanan yang menyajikan makanan khas negara tersebut, dan jangan lupa nikmati  hidangan makanan khas berupa nasi sajian spesial Bonn Om Touk.
Kemudian di malam hari diselenggarakan parade perahu dengan lampu-lampu yang menyala membuat sungai terasa hidup. Perahu-perahu itu mewakili beberapa cabang pemerintahan di Negara Kamboja.
Tak lupa juga diselenggarakan acara penyalaan kembang api ketika tengah malam.

Sebagai salah satu festival unik di Negara Kamboja Bonn Om Touk adalah suatu acara paling besar dan paling penting di negara tersebut. Yang merupakan serangkaian kegiatan seperti lomba perahu, konser musik, tarian tradisional, kegiatan bazar makanan, parade parahu menyala di malam hari, dan penyalaan kembang api. Terbayang bukan? Bagaimana kemeriahan acara festival ini. Yuk habiskan hari liburanmu di Negeri kedamaian dan kemakmuran, Negara Kamboja!



#Tugas1Artikel
#KelasMenulisCerdas #KMC #FestivalUnik
#NegaraKamboja
#Menarik!BonnOmTouk SebagaiSalahSatuFestival UnikDiNegaraKamboja

Review Novel Surat Untuk Ruth- Bernard Batubara




Judul Buku : Surat Untuk Ruth
Penulis : Bernard Batubara
Tebal Buku : 168 Halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : April 2014
ISBN: 978-602-03-3298-7
EISBN: 978-602-03-3288-8

Ubud, 6 Oktober 2012
Ruth, satu hal ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth?
Jika memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat terakhir bersamamu.

Meski hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu.

Ironis, Ruth. Kamu berkata “aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.
-Areno


Harus diakui, setelah beberapa bulan lalu membaca novel Bernard Batubara yang berjudul Espresso aku kembali tertarik dengan buku Bernard yang lain. Gaya penceritaan penulis mampu membuatku ingin berlama-lama menikmati cerita, membaca dengan ritme yang lamban dan sesekali menghayati-- menempatkan diriku sendiri dalam kisah tersebut. Tapi sayang buku kedua yang dibaca dari buah pena dari Bernard Batubara ini kubaca cepat, lantaran durasi peminjaman hanya tiga hari.

Di awal cerita sudah dibuat terkesan dengan pembukanya yang manis sekali, novel ini berbentuk surat-surat dari seorang lelaki bernama Areno Adamar yang ditujukan kepada Ruth, seorang gadis yang membuatnya tertarik di pandangan pertama. Isi surat-surat itu mengisahkan perjalanan percintaan mereka dari awal bertemu hingga terjalin hubungan, dan berakhir.

Kisah cinta yang manis dan cukup dewasa, menurutku. Dalam novel ini tergambarkah cinta dari sudut pandang pria. Kukira hanya wanita yang bisa mengalami dilema semacam itu ternyata lelaki pun sama. Hanya bedanya, cara mengeksekusi perasaan dan pengungkapannya berbeda. Hal itulah yang bisa saya tangkap ketika membaca cerita ini.

Menjelang akhir saya berharap kisah cinta ini mengalami happy ending. Tapi sayang ternyata tidak. Buat kalian yang suka dengan cerita percintaan dengan konflik ringan dan gaya tulisan yang mendayu boleh dicoba untuk membaca novel ini.

Delhi Van Java, 9 Februari 2020

#NgereadKuy
#KMC8
#BacaBuku

Monday, 3 February 2020

REVIEW NOVEL MERANTAU KE DELI- BUYA HAMKA


REVIEW
Novel Merantau Ke Deli


Judul Buku : Merantau Ke Deli
Penulis : Prof. Dr. Hamka
Tebal Buku : 194+ x halaman 
Penerbit : Bulan Bintang
Tahun Terbit : 1977

Blurb:
“Merantau Ke Deli” adalah 1 di antara kenangan saya sebelum Perang Dunia Kedua yang dimuat berturut dalam majalah “Pedoman Masyarakat” sebagai roman-roman saya yang lain.
Pada Perasaan saya, di antara buku-buku roman yang saya tulis, ‘Merantau Ke Deli inilah yang lebih memuaskan hati. Sebab bahannya semata-mata saya dapati dalam masyarakat sendiri, yang saya lihat saya saksikan.
~Buya Hamka~

Merantau Ke Deli adalah buku karya Buya Hamka yang merupakan novel kedua buah pena beliau yang saya baca. Mungkin kebanyakan orang telah membaca cerita ini sedari lama, bukan? Tapi saya malah baru kali ini. Mungkin bisa dibilang telat, tapi tak apa saya senang bisa membacanya sekarang. Novel ini merupakan sebuah novel sastra klasik yang membuat saya jatuh cinta setelah membaca bab ketiga. 

Yang saya sukai dari novel Buya Hamka ini karena beliau mengangkat cerita dari adat dan budaya masyarakat setempat yaitu di Deli pada masa itu—di zamannya beliau. Dipadukan dengan kisah roman yang klasik dan apik menggunakan gaya bahasanya yang menyentuh juga menghanyutkan ketika dibaca. Dan di novel ini menceritakan pernikahan dari kedua adat yang berbeda.

Novel ini menceritakan kisah seorang lelaki perantau dari Minangkabau bernama Leman yang menikah dengan perempuan dari Jawa bernama Poniem. Biduk rumah tangga yang manis di awal, tapi bukanlah perjalanan hidup jika tanpa ujian bukan? Begitu juga dengan kisah Leman dan Poniem. Manis, pahit, getirnya kehidupan berumah tangga dialami oleh mereka. Hingga suatu masalah besar itu benar-benar mengorbankan salah satu pihak.

Menjelang akhir cerita, tadinya saya kira akan sad ending. Ternyata dugaan saya salah. Buat kalian yang suka novel klasik sarat moral dan budaya buku ini tuh recomended banget. Apalagi dengan gaya bahasa yang digunakan Buya Hamka ini begitu menyentuh menurut saya.

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari novel ini; tentang hakikat berumah tangga, tentang adat Minangkabau dan adat Jawa. Juga perihal kesabaran, kesetiaan, mesti saling menghargai, dan tetaplah gigih juga ulet dalam melakukan apa pun. Jangan bersedih hati jika kau terbuang padahal telah banyak berjuang, boleh jadi itulah titik awal kesempatanmu untuk berkembang.

Ada quotes yang paling saya sukai dari novel ini:
“Sedang muda dunia dicapai, kalau sudah tua apa gunanya?”- Leman, Hal 24.
“Apabila manusia telah lemah mengambil timbangan untuk kepentingan dirinya sendiri pada kali yang pertama, kelemahan itu berturut-turutlah sampai pada akhirnya.”- Pecah, Hal 125.

Delhi Van Java, 2 Februari 2020

Review Novel Reuni- NIE

Judul: Reuni Penulis: NIE Penerbit: AT Press Cetakan: Pertama, November 2018 Jumlah Halaman: 168 Halaman ISBN: 978-602-0745-06-0 ...