Friday, 11 December 2020

REVIEW NOVEL KAPPA-RYUNOSUKE AKUTAGAWA

Sumber Gambar: Ipusnas

Judul: Kappa
Penulis: Ryunosuke Akutagawa
Penerbit: PT Dunia Pustaka Jaya, 1975
KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Juni 2016
Jumlah Halaman: iv+83 halaman
ISBN: 978-602-424-095-0 Sinopsis:
Kappa menggambarkan karikatur kehidupan masyarakat modern Jepang yang maju setelah mengalami zaman teknologi modern, tetapi mengalami kemerosotan drazat Rohani. Makhluk kappa dan masyarakatnya merupakan imajinasi Ryunosuke Akutagawa.

Akutagawa dipandang sebagai salah satu sastrawan terkemuka Jepang. Banyak yang menganggapnya setara dengan Gustave Flaubert. Selain kappa buah penanya yang terkenal antara lain : Roshaman dan Dalam Hutan.

Akutagawa meninggal pada tanggal 24 Juli 1927 dalam usia 35 tahun karena bunuh diri. Tak diketahui pasti apa penyebabnya, walaupun ia sendiri pernah berkata, seandainya ia bunuh diri itu karena kabut ketakutan.

~*~

Novel ini menceritakan tokoh "aku" (manusia) yang tersesat di dunia kappa. Kappa adalah makhluk berkepala cekung yang segala kehidupannya diceritakan berbanding terbalik dari kebiasaan dan pikiran manusia. Saya pikir penulis ingin menunjukkan bahwa banyak sekali ketidak adilan terjadi di dunia ini. Dan banyak hal yang tak bisa diterima logika, tetapi tetap dibenarkan.

Penulis juga banyak memasukkan bagian-bagian yang mengungkapkan kritikan terhadap beberapa golongan di Jepang. Politik, ilmuan, seni, agama, hukum dan tradisi dengan cara kontradiksi yang ia tunjukkan melalui ceritanya.

Segi tema saya acungi jempol, penulis sukses meramu berbagai element sekaligus. Meski di awal alis saya berkerut dengan alurnya, tapi setelah meneruskan bab-bab selanjutnya cukup bisa dimengerti.

Dari awal saya malah penasaran dengan siapa tokoh "aku" yang penulis bisa sembunyikan hingga bagian akhir. Dan saya dibuat tersenyum saat mengetahui siapa si tokoh "aku" sebenarnya.

Meski pun terdapat banyak dialog, tetapi tidak membuat saya bosan ketika membaca. Justru melalui dialog itulah penulis banyak menyampaikan maksud dari ceritanya.

Buku tipis yang hanya berjumlah 83 halaman ini sukses membuat saya ingin membaca karya Akutagawa yang lain.

~*~

Quotes yang saya sukai dari cerita ini:
"Barang kali kita hanya menambahkan bara lama kepada semangat baru." (Kappa, hal 49)

"Mengurangi kebutuhan kebendaan, tidak selalu membawa ketentraman pikiran. Agar dapat hidup dengan tenteram, keinginan-keinginan kebatinan perlu dikurangi." (Kappa, hal 49)

~*~

#reviewnovel #serisastradunia #kappa #ryunosukeakutagawa

No comments:

Post a Comment

Review Novel Reuni- NIE

Judul: Reuni Penulis: NIE Penerbit: AT Press Cetakan: Pertama, November 2018 Jumlah Halaman: 168 Halaman ISBN: 978-602-0745-06-0 ...