![]() |
| Sumber gambar: Pixabay |
Masker mulai langka? Jangan khawatir, yuk kenali 6 jenis masker untuk mencegah virus Corona.
Virus Corona semakin meraja lela, penderita Copid-19 semakin marak, angka kematian pun semakin meningkat. Upaya pengisolasi diri telah dilakukan, tapi ada beberapa profesi yang membuat beberapa orang tetap terus keluar rumah dan berjibaku secara langsung menghadapi virus mematikan ini. Selain lebih sering mencuci tangan, di kondisi seperti ini menggunakan masker sangat dianjurkan bagi orang yang terpaksa harus bepergian. Sangat penting bagi kita mengetahui jenis masker yang bisa digunakan untuk mencegah penularan Copid-19. Enam di antaranya yaitu:
1. Masker Bedah
![]() |
| Sumber gambar: Pixabay |
Masker bedah hanya digunakan untuk sekali pakai, biasanya digunakan oleh pekerja medis saat bertugas. Jenis masker ini terdiri dari 3 lapisan dengan fungsinya masing-masing. Lapisan luar yang tidak tembus air, lapisan tengah berguna untuk memfilter kuman, lapisan dalam mampu menyerap cairan yang keluar dari mulut atau hidung. Gunakan masker ini dengan lapisan berwarna hijau atau biru di luar, dan lapisan berwarna putih di dalam.
2. Masker N95
![]() |
| Sumber gambar: Indozone.com |
Jenis masker N95 lebih efektif untuk mencegah penularan virus, tapi harganya memang lebih mahal dari pada masker bedah. Masker yang tidak tembus air liur dan mencegah partikel kecil di udara yang mungkin terdapat virus. Masker ini terasa lebih ketat ketika dipakai, dan ukurannya hanya dikhususkan untuk orang dewasa.
Masker N95 bisa digunakan hingga 5 kali pakai dan setelahnya harus dibuang. Masker ini diklaim sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus Corona, tapi untuk penderita asma tidaklah dianjurkan, sebab yang tidak memiliki penyakit tersebut pun akan merasa kurang nyaman bernapas ketika menggunakannya.
3. Masker N99
![]() |
Sumber gambar: jd.id |
Masker N99 memiliki 3 filter yaitu lapisan luar memiliki fungsi untuk menjebak partikel-partikel kasar di udara. Lapisan kedua gunanya untuk menyaring partikel yang masuk. Lapisan paling dalam berbahan karbon aktif yang berguna untuk melawan zat polutan gas seperti senyawa organik yang cepat menguap dan bau busuk.
Masker jenis ini begitu kaku dan sulit disesuaikan dengan bentuk wajah.
4. Masker N100
![]() |
| Sumber gambar: Amazon.com |
Masker N100 memiliki 3 lapisan dan bentuk yang serupa dengan jenis masker N99, bedanya kemampuan filtrasi udara masker N100 bisa mencapai hingga 100%, sedangkan masker N99 hanya sampai 99%.
5. Masker P95
![]() |
| Sumber gambar: Grainger |
Masker P95 memiliki kelebihan yang lebih unggul dari pada masker jenis lain. Masker jenis ini memiliki kemampuan menyaring virus, debu, dan partikel polutan mengandung minyak yang menguap di udara seperti minyak tanah, bensin, cat, oli, minyak goreng, dan lain-lain.
Masker ini biasa digunakan oleh orang-orang yang berada di area berminyak seperti pabrik farmasi, pabrik makanan yang mengalami proses penggorengan, area SPBU, dan sebagainya. Bisa dipakai sampai 40 jam dalam kurun waktu 30 hari.
6. Masker Motor
![]() |
Sumber gambar: JakartaNotebook
|
Masker jenis ini biasanya digunakan dan memang diperuntukkan bagi pengendara motor untuk mencegah segala polutan dan virus supaya tidak terhirup ke jalur pernafasan. Di setiap tepi masker ini memiliki karet pengikat yang fleksibel, bisa disesuaikan dengan bentuk wajah dan lebih menutupi dengan lebih rapat. Masker ini bisa digunakan berkali-kali asal bisa terjaga ke-sterilannya dengan membersihkan secara berkala.
Nah itu dia 6 jenis masker yang bisa digunakan untuk mencegah virus Corona. Tetap isolasi diri, jauhi keramaian, jaga kebersihan, dan gunakan APD ketika terpaksa harus bepergian jauh dari rumah. Jangan sampai kita turut menjadi korban nyawa selanjutnya.







No comments:
Post a Comment